MEDIAINDO.ID-|Tiga orang relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunga Bangsa Bojonggambir 1, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami luka bakar akibat ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram. Peristiwa nahas tersebut terjadi di Kampung Ciawi, Desa Bojonggambir, Kecamatan Bojonggambir, pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 01.30 WIB.
Kapolsek Bojonggambir, Iptu Agus Sukmana menjelaskan, bahwa insiden bermula saat aktivitas memasak sedang berlangsung di area dapur. Ledakan diduga kuat dipicu oleh kebocoran regulator yang terhubung ke mesin penanak nasi (steamer).
“Dua orang relawan saat itu berusaha memperbaiki sambungan tabung, karena tercium bau gas yang cukup menyengat. Namun, kondisi ruangan yang minim ventilasi membuat akumulasi gas menyebar cepat, hingga akhirnya menyambar percikan api dari kompor steamer,” ungkapnya Jumat (4/9/2026).
Akibat kejadian ini, dua relawan Dapur SPPG bernama Rohmat Nurhikmat (42) dan Abdullah (44) mengalami luka bakar tergolong berat. Setelah mendapatkan penanganan darurat di Puskesmas Bojonggambir, keduanya langsung dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa (RS SMC) Singaparna untuk penanganan medis lebih lanjut. Sementara itu, satu korban lainnya, Dwi Kartika Sari (26), mengalami luka ringan dan mendapat perawatan rawat jalan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, petugas menemukan indikasi selang regulator yang longgar serta ketiadaan saluran sirkulasi udara (exhaust fan) di area dapur. Selanjutnya, petugas dari Polsek Bojonggambir bersama Satreskrim Polres Tasikmalaya telah memasang garis polisi. Mereka juga mengamankan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian pun mengimbau pengelola Dapur SPPG untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan karyawan dan relawan. Selain itu juga, kelayakan sarana di area dapur guna mencegah insiden serupa terulang kembali.












