MEDIAINDO.ID-|Ikrom Maulana Malik (16), remaja yang sehari-hari berjualan jasuke asal Lewimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 13.25 WIB. Korban mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya akibat dugaan penganiayaan oleh kelompok geng motor.
Insiden tragis yang menimpa korban terjadi di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di kawasan depan eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya. Korban mengalami luka parah pada bagian kepala, diduga setelah dianiaya menggunakan benda tumpul.
Ibu korban, Meli Widiawati, mengonfirmasi kabar duka mengenai putranya. Jenazah Ikrom langsung dibawa ke Bandung untuk menjalani proses autopsi guna kepentingan penyelidikan kepolisian dan memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Iya meninggal dunia, mohon doanya, sekarang lagi di bawa ke Bandung mau diotopsi,” ungkapnya Selasa (2/9/2025).
Sebelumnya diberitakan, dalam sebuah video yang viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat tergeletak dengan kondisi kepala berlumuran darah sebelum akhirnya dievakuasi oleh rekan-rekannya ke Rumah Sakit.
Menurut penuturan Meli, anaknya yang saat itu tidak mengenakan helm berada di posisi paling depan saat diserang menggunakan benda tumpul.
Pihak keluarga sempat mengalami kesulitan terkait biaya pengobatan rumah sakit yang mencapai belasan juta rupiah. Pihak keluarga mengandalkan pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk memproses administrasi medis korban.
Meli berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap para pelaku yang terlibat agar mendapatkan hukuman setimpal. Kasus ini diharapkan mendapat perhatian serius guna mencegah terulangnya aksi kekerasan dan penganiayaan diduga oleh geng motor di Kota Tasikmalaya.












