MEDIAINDO.ID – Tulang Bawang Lampung — kepala SD Negri 01 Bujuk Agung Kecamatan Banjar Margo Kabupaten ,Tulang Bawang Provinsi Lampung mengatakan kepada Awak media sekolahan kami lagi difisit anggaran Selasa 27/02/2024
Perlu di ketahui saya memimpin menjadi kepala sekolah di SD Negri 01 Bujuk Agung baru berkisar satu tahun berjalan ,setelah saya amati sekolahan ini lagi difisit anggaran pencairan dana BOS yang arti nya mines dan selalu terhutang .
Maka dari itu saya sebagai pemimpin di sekolahan ini segera mengambil sikap untuk mensiasati dengan cara memangkas semua kemitraan langgana koran, ” tutur dia.
Sebenarnya sulit untuk saya pertimbangkan , karena kemitraan dengan awak media itu sangat kita butuhkan , namun apa hendak di kata, karena menejemen penataan dan pengelolaan dana BOS salah dari awal .
” Kenapa saya katakan demikian karena pada umumnya bendahara atau pun kepala sekolah yang lama tidak bisa mensiasati kawan2 media yang tidak menjalin kemitraan berlangganan koran, jadi yang berkunjung silaturahmi kesekolahan ini.
Impo yang saya terima dari bendahara BOS , buk Sondang tahun yang lalu tidak berlangganan koran pun mendapatkan bagian dari sekolahan , sehingga dengan aturan sekarang serba onlene kita jadi kebingungan mensiasatinya.
Maka dari itu saya mencoba dengan kawan kawan media tahun 2024 ini untuk memutus kerja sama berlangganan koran di sekolahan ini, karena kami khawatir tidak mampu untuk membayarnya, akan tetapi, ada tiga empat media saja yang kita kafer, itu pun kami setor kepada kelompok kerja kepala sekolah (K3S) kami ,” imbuh nya
Aneh nya, dua Kecamatan Banjar Agung dan Kecamatan Banjar Margo haya tiga sekolahan saja yang memutus jalinan kemitraan berlangganan koran dengan awak media.
Diantaranya SD Negri 01 Simpang Penawar , SD Negri 01 Bujuk Agung dan SD Negri 01 Penawar Rejo
Dengan keputusan ini, maka perlu menjadi sorotan publik , bagi oknum oknum kepala sekolah, pengelola dana Anggaran, Bantuan Ofrasional Sekolah (BOS)
Karena jika tidak dikawal maka oknum oknum kepala sekolah bisa terjadi kebablasan , apa lagi bagi kepala sekolah yang siswanya mencapai ratusan dan ribuan.












