MEDIAINDO.ID – Kabupaten Tasikmalaya, Presidium CDOB (Calon Daerah Otonomi Baru) Tasela telah membuka komunikasi dengan Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayyubi yang berasal dari Partai Gerindra di Kecamatan Karangnunggal, yang digadang-gadang akan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya Selatan. Kamis (2/5/2024)
Asep Sopari bilang, pihaknya dengan Presidium mulai menjajaki pembahasan CDOB Tasikmalaya Selatan usai Prabowo Subianto ditetapkan menjadi Presiden Republik Indonesia 2024-2029.
Sebab, wacana pemekaran ini didasari oleh janji kampanye hari pertama Prabowo di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Sabtu (2/12/2023) silam, yang bakal mendukung pemekaran Tasikmalaya Selatan
“Harapannya ya lebih cepat lebih baik. Maksimal (DOB Tasikmalaya Selatan sudah terealisasi) pada tahun 2027,” ucap Asep Jumat (3/5/2024)
Asep mengungkapkan, bahwa wacana pemekaran tersebut sudah terjadi sejak 2009 lalu.
“Sudah hampir 15 tahun yang lalu. Proses ini ‘kan sangat panjang. Nah, ini ‘kan melalui tahapan-tahapan dari sejak kesepakatan pemerintah , provinsi, dan saat ini pemerintah pusat,” paparnya.
Menurut Asep, pada saat Prabowo berkunjung ke Tasikmalaya, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menjanjikan pemekaran CDOB Tasela dengan mencabut Moratorium Pemekaran Wilayah.
“Pada saat itu, ketika Pak Prabowo kampanye dan dipercaya oleh masyarakat, sekarang terbukti. Alhamdulillah, Pak Prabowo sudah ditetapkan baik oleh KPU juga oleh MK menjadi Presiden Indonesia. Ini tinggal bagaimana kita mengakselerasi ini, karena kesempatan itu ada,” ujarnya.
Terbentuknya Kabupaten Tasikmalaya Selatan, tambah Asep, sudah bukan lagi sebuah janji mengingat masyarakat hanya tinggal menanti realisasinya.
“Pemerintah pusat hanya tinggal mengajukan RUU-nya ke DPR RI, karena persiapannya sudah matang juga. Data-data dan administrasi sudah lengkap. Tinggal bagaimana di pusat ini menjadi bagian yang diprioritaskan,” katanya.
(RF)












