Indonesia Peringkat 2 TBC Dunia, Wamenkes Minta Warga Tasikmalaya Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

  • Bagikan

 

MEDIAINDO.ID-| Dalam upaya mengakselerasi penanganan Tuberkulosis (TBC) secara nasional, dua Wakil Menteri Kabinet Merah Putih melakukan kunjungan kerja langsung ke Kota Tasikmalaya pada Selasa (22/9/2026). Kedua pejabat pusat yang mengunjungi Tasikmalaya yakni Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.

Keduanya hadir didampingi Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, jajaran dua kementerian, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, serta Wali Kota Tasikmalaya beserta jajaran Forkopimda Kota Tasikmalaya.

​Rombongan meninjau langsung keberadaan Kampung Siaga TBC di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cilembang, Kota Tasikmalaya. Kehadiran para pejabat pusat dan daerah ini disambut hangat dengan kain batik khas Tasik serta kesenian khas Kota Santri.

Wamenkes Kunjungi Tasikmalaya, Arahan dari Prabowo

​Dalam peninjauannya, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menyapa puluhan warga yang tengah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis. Benjamin mengungkapkan, instruksi penanganan TBC datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang prihatin atas tingginya angka kasus TBC di tanah air.

​”Presiden Prabowo memanggil saya untuk mengatur strategi ini karena Indonesia menduduki peringkat kedua kasus TBC tertinggi di dunia. Pak Presiden menegaskan, bagaimana Indonesia bisa menjadi negara maju jika kasus TBC masih banyak? Karena itu, pelayanan penuntasan TBC harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan terintegrasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,” tegas Benjamin.

​Sembari memberikan pengarahan, Benjamin menyoroti pentingnya edukasi pola hidup sehat melalui program Cek Kesehatan Gratis guna mencegah penyakit tidak menular yang kerap diabaikan masyarakat. Ia membagikan pengalaman pribadinya yang telah menerapkan pola makan sehat dan konsumsi obat teratur selama 14 tahun untuk mengontrol tekanan darah.

​”Pola makan harus dijaga. Kurangi makanan berminyak seperti gorengan, terbanyak makanan rebus atau lalapan khas Sunda. Terus olahraga dan rutin cek kesehatan agar kualitas hidup tetap terjaga sampai usia lanjut,” imbaunya.

Baca juga :   LSM SASAKA Nusantara NTB, Tuntut Polres Lombok Tengah Tindak Tegas Terduga Pelaku Pemalsuan Ijazah S.1

Jabar Terbaik Nasional
​Terkait penanganan TBC di daerah, Benjamin memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Tasikmalaya. Menurutnya, Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan tingkat kesembuhan pasien TBC terbaik secara nasional, dengan angka keberhasilan pengobatan di atas 95 persen bagi pasien yang taat minum obat.

​Meski demikian, pihak Kemenkes menekankan pentingnya penguatan pada sisi pencegahan melalui penelusuran kontak erat (contact tracing) keluarga pasien TBC. Kemenkes melalui Ditjen P2P berencana menyalurkan alat Rontgen portabel ke wilayah tersebut untuk mempercepat deteksi dini.

​”Nanti orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC wajib menjalani pemeriksaan Rontgen dan tes usap (swab) dahak. Jika terdeteksi kontak erat, akan diberikan terapi pencegahan berupa obat yang dikonsumsi seminggu sekali selama 12 kali,” jelasnya.

​Kunjungan kerja ke Kota Tasikmalaya ini merupakan rangkaian pemantauan penanganan TBC di daerah. Hingga saat ini, jajaran Wamenkes dan Wamendagri telah menyambangi 29 provinsi di Indonesia. Kunjungan dua wakil menteri ini untuk memastikan program eliminasi TBC berjalan efektif di tingkat bawah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *