Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Di Polda Jateng Terkendali, Data GT Pejagan 14 % dan G. T Kalikangkung 9,5 % Pemudik Belum Balik

  • Bagikan

MEDIAINDO.id-Semarang Operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah menunjukkan situasi yang terkontrol dengan efektifitas dalam pengaturan lalu lintas. Hal ini tercermin dari informasi pada hari Sabtu (29/3) mengenai perbandingan lalu lintas di dua gerbang tol utama, yaitu Gerbang Tol Pejagan dan Gerbang Tol Kalikangkung, yang merupakan jalur penting bagi pemudik yang pergi dan kembali dari serta ke wilayah Jawa Tengah.

Di Gerbang Tol Pejagan, puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026, yang mencatatkan jumlah kendaraan menuju Banyumas dan area sekitarnya mencapai 17. 833 unit. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada H+4 Lebaran yaitu pada 25 Maret 2026, dengan jumlah kendaraan yang menuju Jakarta sebanyak 16. 999 unit.

Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang keluar (exit) melalui GT Pejagan mencapai 120. 646 unit, sedangkan kendaraan yang masuk kembali (entrance) tercatat 104. 348 unit. Terdapat perbedaan sebanyak 16. 298 kendaraan atau sekitar 14%, menunjukkan bahwa masih ada kendaraan yang belum kembali melalui gerbang tol tersebut.

Di Gerbang Tol Kalikangkung, yang menjadi pintu utama menuju Kota Semarang dan area sekitarnya, puncak arus mudik juga terjadi pada H-2 Lebaran (19 Maret 2026) dengan total kendaraan mencapai 72. 418 unit. Untuk arus balik, puncaknya tercatat pada H+4 Lebaran (25 Maret 2026) dengan jumlah kendaraan menuju Jakarta sebanyak 61. 734 unit.

Sedangkan total kendaraan yang keluar melalui GT Kalikangkung berjumlah 485. 502 unit, sedangkan kendaraan yang masuk kembali mencapai 415. 019 unit. Selisih antara kendaraan yang keluar dan yang masuk adalah sebesar 43. 483 unit atau sekitar 9,5%, yang menunjukkan bahwa masih ada kendaraan yang belum kembali melalui jalur itu.

Baca juga :   Biro SDM Polda Sul Sel Gelar Peningkatan Kemampuan Polwan Sebagai Konselor Perempuan Dan Anak

Data ini menegaskan bahwa meskipun ada peningkatan angka kendaraan selama masa Lebaran, pengaturan lalu lintas tetap bisa dikelola dengan baik melalui berbagai strategi yang diterapkan, seperti sistem satu arah, contraflow, dan pengaturan di titik-titik penting.

Di Mapolda Jateng pada Sabtu (28/3), terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, menjelaskan bahwa pengaturan arus mudik dan balik tahun ini berlangsung dengan baik berkat kesiapan petugas serta strategi yang telah direncanakan.

“Data yang ada menunjukkan bahwa arus mudik dan balik dapat terkelola dengan baik, meskipun jumlah kendaraan meningkat secara signifikan. Ini adalah hasil dari penerapan strategi lalu lintas yang tepat serta kesiapsiagaan petugas di lapangan,” katanya pada Sabtu (28/3).

Ia menambahkan bahwa selisih kendaraan yang belum kembali adalah hal yang wajar, mengingat masih ada masyarakat yang memperpanjang masa cuti Lebaran di kampung halaman.

“Kami mendorong masyarakat yang akan kembali untuk tetap memperhatikan kondisi kendaraan dan kesehatan, serta mengikuti instruksi petugas agar perjalanan arus balik tetap aman dan lancar,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *