MEDIAINDO.ID – Kabupaten Tasikmalaya | Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cisempur, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Bangunan yang digadang-gadang menjadi pusat penguatan ekonomi desa itu kini dipertanyakan kualitas konstruksinya setelah bagian benteng penyangga dilaporkan ambruk dan diduga tidak kuat menahan beban.
Warga sekitar mengungkapkan kekhawatiran serius terkait dugaan penggunaan material yang tidak lazim, terutama pada bagian pondasi dan benteng bangunan. Dari hasil pengamatan di lokasi, ditemukan material yang diduga menyerupai pasir kali digunakan sebagai alas pondasi dan struktur penyangga. Penggunaan material tersebut dinilai tidak sesuai standar konstruksi dan berpotensi mengurangi kekuatan struktur bangunan dalam jangka panjang.
“Kalau benar hanya menggunakan pasir kali tanpa campuran dan pemadatan yang sesuai standar, tentu ini sangat berisiko. Pondasi adalah elemen utama yang menentukan kekuatan bangunan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, warga juga menyoroti ukuran besi tulangan yang diduga lebih kecil dari spesifikasi teknis pada umumnya. Dugaan pengurangan spesifikasi material ini memperkuat kecurigaan adanya upaya efisiensi yang tidak tepat dan berpotensi merugikan kualitas bangunan. Apabila benar terjadi penyimpangan spesifikasi, maka hal tersebut bisa berdampak pada keselamatan pengguna gedung di kemudian hari.
Yang tak kalah menjadi perhatian adalah tidak ditemukannya papan proyek di lokasi pembangunan. Padahal, papan proyek merupakan bagian penting dari transparansi informasi publik, yang memuat rincian anggaran, sumber dana, volume pekerjaan, serta pelaksana kegiatan. Ketiadaan papan proyek memicu pertanyaan mengenai besaran anggaran, pelaksana teknis, serta pengawasan pembangunan gedung tersebut.
Sebagai informasi, program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan koperasi. Karena itu, masyarakat berharap pembangunan gedung KDMP benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan prinsip akuntabilitas.
Sejumlah tokoh masyarakat mendesak pihak pemerintah desa, pelaksana proyek, serta instansi terkait di Kabupaten Tasikmalaya untuk segera melakukan klarifikasi dan audit teknis terhadap pembangunan gedung tersebut. Evaluasi menyeluruh dinilai penting guna memastikan apakah telah terjadi kesalahan teknis, kelalaian, atau bahkan dugaan penyimpangan dalam proses pembangunan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun pelaksana proyek terkait penyebab ambruknya benteng bangunan dan dugaan penggunaan material yang tidak sesuai standar.
Red/MI.












