MEDIAINDO.ID-|Warga Desa Dawagung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memperdalam wawasan mengenai Masjid Al-Aqsa melalui pembekalan jihad ma’rifi, Jumat (28/8) malam. Kajian tersebut mengangkat sejarah, kedudukan, serta berbagai perkembangan terkait situs suci umat Islam di Palestina.
Dai muda yang juga merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah, Ustaz Rizki Nur Hidayat menyampaikan kepada jamaah yang hadir di Masjid Aayatul Muthmainnah tentang pentingnya ilmu yang bermanfaat (ilmun nafi’) dalam gerakan perlawanan intelektual.
Dia menegaskan bahwa perjuangan membela dan membebaskan Baitul Maqdis tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik, melainkan membutuhkan fondasi keilmuan yang kokoh.
Menurutnya, pemahaman yang mendalam serta penyebaran narasi berlandaskan kebenaran merupakan wujud nyata dari jihad ma’rifi di era modern.
Mengutip pandangan Imam Abdullah Ibnu Mubarok, Ustaz Rizki menyampaikan pesan mendalam mengenai tingginya kedudukan orang yang mengamalkan dan menyebarkan ilmu di tengah umat.
“Aku tidak pernah mengetahui, ada derajat yang lebih mulia setelah kenabian selain menyebarkan ilmu,” tegasnya di hadapan para jamaah.
Ia mengharapkan masyarakat di Desa Dawagung mampu meningkatkan literasi keislaman dan kepedulian global, serta menjadikan ilmu sebagai sarana utama dalam membawa kemaslahatan dan memperjuangkan keadilan.












