Solidaritas Tasikmalaya untuk Jurnalis yang Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau

  • Bagikan

 

MEDIAINDO.ID-| Cahaya lilin berpendar temaram di tengah heningnya malam di Alun-alun Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Minggu (13/9/2026). Para jurnalis, mahasiswa, dan elemen masyarakat berkumpul membawa satu asa yang sama, yakni keselamatan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

​Sebelumnya rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, dua kru kapal, dan seorang pemandu dinyatakan hilang kontak saat bertugas meliput kondisi Gunung Anak Krakatau.

​Suasana haru menyelimuti awal kegiatan. Pembacaan kronologis pemberangkatan memecah keheningan, merinci detik-detik sebelum komunikasi terputus total hingga upaya pencarian yang belum juga membuahkan kabar baik. Namun, kepasrahan tak membuat mereka berhenti berharap.

​Para peserta menundukkan kepala, memanjatkan doa bersama. Tak hanya untuk keselamatan delapan korban yang hilang, doa tulus juga dihaturkan bagi jurnalis Tasikmalaya yang telah berpulang agar mendapat tempat terbaik, serta kesembuhan bagi jurnalis yang tengah terbaring sakit. Di tengah gelombang bencana yang melanda berbagai pelosok negeri, masyarakat yang hadir turut mendoakan keselamatan seluruh rakyat Indonesia.

​Salah satu peserta, Asep Muhamad Muhsin, tak mampu menyembunyikan rasa keprihatinannya. Rasa optimistis tetap ia jaga di tengah kepungan ketidakpastian.

​”Saya turut prihatin ketika mendengar delapan orang tersebut belum ditemukan sampai saat ini. Saya yakin mereka akan selamat. Semoga seluruh keluarga diberikan ketabahan, mari kita sama-sama mendoakan yang terbaik untuk mereka semua,” ujar Asep.

​Bagi Asep, musibah ini menjadi pengingat betapa besarnya dedikasi para insan pers dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

​”Pekerjaan jurnalis itu luar biasa. Orang lain menjauh saat ada bencana alam, namun mereka malah mendatangi untuk mengambil informasi yang akan disampaikan ke banyak orang. Sungguh sangat mulia,” tambahnya.

Baca juga :   270 Warga Binaan Lapas Tasikmalaya Dapat Remisi, Sembilan Langsung Bebas

Harapan dan Doa untuk Petugas Pencari Jurnalis yang Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau
​Semangat kebersamaan juga ditegaskan oleh Ayi Nurfarizi, mahasiswa. Ia memandang aksi ini sebagai panggilan nurani antar sesama anak bangsa di tengah situasi yang sarat ujian.

​”Saya datang di sini sebagai bentuk solidaritas. Di tengah kondisi negara yang tidak baik-baik saja, kita sebagai rakyat harus saling bersolidaritas untuk saling menguatkan,” ungkap Ayi.

​Ayi juga menyuarakan harapannya kepada para petugas pencari dan pihak pemerintah yang kini bertaruh waktu di lapangan.

​”Semoga orang-orang yang sedang mencari mereka yang hilang di Selat Sunda bisa dikuatkan dan disehatkan. Untuk pemerintah, semoga bisa bekerja menemukan mereka secara optimal dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang ada,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *