MEDIAINDO.ID-| Kerusakan jalan poros yang menghubungkan Desa Cintabodas dengan Desa Mekarlaksana, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, mulai ditangani secara swadaya.
Pemerintah Desa Cintabodas mengalokasikan Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk penyediaan material, sementara pengerjaannya dilakukan bersama masyarakat secara gotong royong.
Penanganan dilakukan pada Senin (5/10/2026), dengan menyasar sejumlah titik jalan berlubang di ruas Kampung Pancabakti hingga Jembatan Yagati, Desa Cintabodas. Ruas tersebut merupakan akses penting menuju Desa Mekarlaksana dan selanjutnya ke wilayah Desa Pamijahan.
Dipimpin Kepala Desa Cintabodas Ecep, warga bersama unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat melakukan penambalan pada jalan yang rusak sepanjang kurang lebih 400 meter. Perbaikan sementara ini dilakukan untuk menjaga akses transportasi masyarakat tetap dapat digunakan.
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Culamega, Carmono, S.IP, mengatakan penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari RT, RW, punduh, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga tokoh pemuda turut bergabung dalam pekerjaan tersebut.
“Yang ditangani saat ini kurang lebih sepanjang 400 meter, itu pun tidak rusak sepenuhnya. Untuk sementara baru wilayah Desa Cintabodas yang dikerjakan, sedangkan Desa Mekarlaksana sedang mengumpulkan material dan selanjutnya akan menyusul,” ujarnya.
Carmono menjelaskan, material yang digunakan untuk menambal kerusakan berupa semen. Penggunaan material tersebut disesuaikan dengan kondisi jalan yang sebelumnya dibangun menggunakan konstruksi rabat beton.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Cintabodas yang mengalokasikan PADes untuk menyediakan material perbaikan jalan.
“Keterlibatan pemerintah desa bersama masyarakat menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi akses penting bagi aktivitas warga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Cintabodas Ecep membenarkan penanganan kerusakan jalan tersebut. Ia menyebut perbaikan difokuskan pada ruas Kampung Pancabakti hingga Jembatan Yagati dengan panjang sekitar 400 meter.
“Betul, kita melakukan penambalan pada jalan yang rusak. Panjangnya kurang lebih 400 meter, mulai dari Kampung Pancabakti sampai Jembatan Yagati, Desa Cintabodas,” katanya.
Menurut Ecep, ruas tersebut menjadi penghubung antara Desa Cintabodas dan Desa Mekarlaksana serta jalur menuju Desa Pamijahan. Karena itu, kerusakan jalan dinilai perlu segera ditangani agar tidak menghambat mobilitas masyarakat.
Ecep menambahkan, material penambalan bersumber dari PADes Cintabodas, sedangkan pengerjaannya dilakukan bersama masyarakat melalui gotong royong.
Penanganan tersebut diharapkan dapat mencegah kerusakan semakin meluas sekaligus menjaga akses warga tetap berfungsi. Namun, perbaikan yang dilakukan desa masih bersifat sementara sehingga peningkatan jalan secara menyeluruh tetap membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
“Perbaikan ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan infrastruktur di tingkat desa tidak hanya bergantung pada program pemerintah daerah, tetapi dapat didorong melalui kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat,” katanya.
Ecep juga berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat dan menunjang aktivitas warga.
Ia meminta jalan menuju kawasan pariwisata Pamijahan dapat segera dibangun atau ditingkatkan.
“Selain itu, akses jalan yang digunakan masyarakat untuk menuju tempat pengajian di Satron juga diharapkan mendapat penanganan, sehingga mobilitas warga menjadi lebih mudah dan aman,” pungkasnya.












