Hidup Sebatangkara, Pensiunan Ditemukan Meninggal di Pedestrian HZ Mustofa Kota Tasikmalaya

  • Bagikan

 

MEDIAINDO.ID-| Pemandangan pagi di pedestrian Jalan HZ Mustofa, Kelurahan Yudhanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah menjadi lokasi penemuan orang meninggal dunia, Rabu pagi (16/9/2026).

Seorang pensiunan bernama Endang, warga Kabupaten Ciamis, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa sekitar pukul 06.45 WIB.

Ironisnya, pria yang disebut hidup sebatangkara itu ditemukan tergeletak di pinggir pedestrian, sebelum akhirnya keberadaannya diketahui warga.

Kapolsek Cihideung Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agus Khusaeni membenarkan adanya penemuan tersebut.

“Benar, anggota piket jaga dan Unit Reskrim Polsek Cihideung bersama Unit Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota telah melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara,” kata Agus kepada wartawan.

Korban diketahui bernama Endang, pensiunan kelahiran Ciamis pada Juni 1952.

Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban tercatat sebagai warga Sukamukti, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Korban pertama kali ditemukan oleh Maman Suparman, seorang buruh harian lepas. Saat itu, saksi melihat seseorang tergeletak di pinggir pedestrian.

Saksi kemudian mendekati korban dan mendapati kondisi korban sudah tidak bernapas.

Saksi selanjutnya menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan adanya orang yang diduga telah meninggal dunia.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan bersama tim medis. Berdasarkan pemeriksaan medis dokter siaga RSUD dr. Soekardjo, tidak ditemukan luka lain pada tubuh korban.

Dengan demikian, polisi sejauh ini tidak menemukan tanda luka pada tubuh korban dari hasil pemeriksaan awal. Penyebab kematian pun tidak disebutkan dalam laporan tersebut.

Yang membuat kisah ini terasa getir, korban diketahui menjalani hidup seorang diri. Berdasarkan keterangan tetangganya, korban hidup sebatangkara karena istri dan anaknya telah meninggal lebih dahulu.

Kondisi tersebut membuat proses penanganan korban menjadi lebih pelik karena tidak terdapat keluarga yang dapat memberikan keterangan langsung mengenai kondisi terakhir korban.

Baca juga :   Kapolres Tasikmalaya Pimpin Langsung Panen Raya Jagung Di Kampung Tagog

Di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, yakni satu buah jam tangan berwarna silver dan dua buah batu akik.

Petugas juga telah meminta keterangan saksi, mengamankan barang bukti, melakukan pengecekan serta olah TKP, dan melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat getir bahwa di tengah ramainya kawasan pusat kota, seseorang bisa saja menjalani hari-harinya dalam kesunyian yang nyaris tak terlihat.

Pagi itu, pedestrian yang biasanya menjadi ruang lalu-lalang warga justru menjadi saksi akhir perjalanan hidup seorang pensiunan yang disebut hidup seorang diri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *