MEDIAINDO.ID-| Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan transportasi berbasis aplikasi di Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (15/9/2026). Massa yang tergabung dalam Paguyuban Online Bersatu Priangan Timur ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program aplikator. Program-program tersebut dinilai membebani dan menekan pendapatan mitra.
Aksi massa sempat memanas dan diwarnai aksi saling dorong dengan petugas kepolisian saat peserta unjuk rasa berusaha menerobos masuk ke area gedung dewan. Namun, situasi kembali kondusif setelah pihak kepolisian memfasilitasi perwakilan massa untuk masuk. Mereka pun menyampaikan aspirasi secara langsung kepada anggota DPRD.
Alasan Ribuan Ojol Unjuk Rasa
Perwakilan pengemudi ojol, Rashid, menyampaikan bahwa aksi masif ini dipicu oleh kebijakan aplikator yang menerapkan potongan komisi melebihi ketentuan. Menurutnya, sejumlah program opsional seperti fitur Turbo dan Car Hemat justru dijebak menjadi mekanisme terselubung. Mekanisme tersebut menaikkan persentase potongan pendapatan driver dari batas yang diatur regulasi pemerintah.
Selain program pemotongan komisi, massa juga menyoroti persaingan tarif tidak sehat pada layanan Car Hemat. Kebijakan penetapan tarif murah untuk jarak pendek dinilai menciptakan iklim kompetisi yang saling membanting harga antar-aplikator. Sehingga dampak kerugiannya paling besar dirasakan oleh para pengemudi di lapangan.
Persoalan lain yang dikeluhkan adalah kewajiban biaya pemeliharaan iklan berjalan atau branding kendaraan roda empat yang mencapai Rp 475 ribu per unit. Para pengemudi mengaku terpaksa membayar biaya tersebut agar akun mereka mendapatkan status prioritas order. Jika tidak mengikuti program branding, pengemudi terancam kesulitan memperoleh orderan harian.
Melalui aksi unjuk rasa ini, para pengemudi berharap DPRD Kota Tasikmalaya dapat menjembatani tuntutan mereka ke pihak aplikator. Massa mendesak agar seluruh program yang merugikan mitra segera dihapus. Hal ini penting demi menjamin kesejahteraan para pengemudi transportasi online di wilayah Priangan Timur.












