MEDIAINDO.ID – ASIKMALAYA | Aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan Tasela Bhakti Nusantrara yang berlokasi di Kampung Kertawana RT 01 RW 05, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi sorotan. Pasalnya, terdapat dugaan pembuangan air limbah dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terlihat mengeluarkan busa dan kemudian mengalir menuju saluran air yang berada di kawasan perkebunan.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengolahan air limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Terlebih, saluran yang menjadi tempat mengalirnya air tersebut diduga masih terhubung dengan area perkebunan dan lingkungan sekitar yang berpotensi dimanfaatkan masyarakat.
Berdasarkan informasi dan pantauan di lokasi, air yang keluar dari saluran pembuangan IPAL terlihat mengandung busa. Kondisi ini kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai apakah air limbah yang telah melalui proses pengolahan tersebut benar-benar sudah memenuhi parameter dan baku mutu yang dipersyaratkan sebelum dilepas ke lingkungan.
Munculnya busa pada air buangan memang tidak serta-merta dapat dijadikan bukti bahwa telah terjadi pencemaran lingkungan. Namun, kondisi tersebut patut mendapatkan perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut, terutama apabila busa muncul secara berlebihan, berlangsung terus-menerus, atau disertai perubahan warna, bau, maupun kondisi lain yang tidak semestinya.
Secara teknis, air limbah dari kegiatan dapur dapat mengandung berbagai bahan organik, minyak dan lemak, deterjen, sisa bahan makanan serta senyawa lainnya. Karena itu, pengolahan melalui IPAL harus dilakukan secara tepat agar air buangan yang dilepas ke lingkungan memenuhi ketentuan kualitas lingkungan yang berlaku.
Persoalan utama yang kini menjadi perhatian bukan semata-mata keberadaan IPAL, melainkan apakah sistem tersebut berfungsi secara optimal dan apakah kualitas air hasil pengolahannya telah memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan.
Apabila air hasil pengolahan ternyata belum memenuhi ketentuan, pembuangan langsung ke saluran lingkungan berpotensi menimbulkan dampak terhadap ekosistem sekitar. Saluran air yang tercemar dapat membawa bahan pencemar menuju lahan perkebunan, badan air, maupun lingkungan lain yang berada di sepanjang aliran.
PERLU PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Untuk memastikan apakah air yang dibuang tersebut memenuhi standar atau justru berpotensi mencemari lingkungan, pemeriksaan secara kasat mata saja tentu tidak cukup.
Diperlukan pengambilan sampel air oleh pihak yang berwenang atau laboratorium yang kompeten untuk kemudian diuji terhadap sejumlah parameter sesuai karakteristik limbah dari kegiatan tersebut.
Hasil pengujian laboratorium akan menjadi dasar yang lebih objektif untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Dengan demikian, tidak terjadi kesimpulan sepihak hanya berdasarkan adanya busa yang terlihat pada aliran air.
Sejumlah parameter kualitas air limbah dapat diperiksa sesuai jenis kegiatan dan ketentuan yang berlaku, termasuk parameter yang berkaitan dengan kandungan bahan organik, padatan tersuspensi, minyak dan lemak, serta parameter lainnya yang dipersyaratkan.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa air buangan tidak memenuhi baku mutu, maka pihak pengelola tentunya perlu melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem pengolahan limbahnya.
Sebaliknya, apabila hasil pengujian menyatakan air tersebut memenuhi ketentuan, maka temuan di lapangan dapat dijelaskan secara teknis kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun kesalahpahaman.

PROGRAM MBG JANGAN SAMPAI MENGABAIKAN ASPEK LINGKUNGAN
Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Karena itu, keberadaan dapur MBG tidak hanya dituntut memperhatikan aspek penyediaan makanan yang aman dan bergizi, tetapi juga kebersihan dapur, pengelolaan sampah, sanitasi serta pengelolaan air limbah.
Dapur yang memproduksi makanan dalam jumlah besar setiap hari tentunya menghasilkan limbah dalam jumlah tertentu. Apabila limbah cair tidak dikelola dengan baik, persoalan lingkungan dapat muncul di kemudian hari.
Pengelolaan lingkungan seharusnya menjadi bagian penting dalam operasional dapur MBG. Sistem IPAL harus dirawat, dioperasikan sesuai kapasitas dan dipantau secara berkala. Saluran pembuangan juga perlu dipastikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Terlebih apabila saluran pembuangan tersebut mengarah ke kawasan perkebunan atau saluran air yang dimanfaatkan masyarakat.
MINTA INSTANSI TERKAIT TURUN TANGAN
Dengan adanya dugaan tersebut, instansi terkait diharapkan dapat melakukan pemeriksaan langsung terhadap sistem IPAL dapur MBG Yayasan Tasela Bhakti Nusantrara di Kampung Kertawana.
Pemeriksaan tidak hanya sebatas melihat kondisi fisik IPAL, tetapi juga mencakup dokumen dan kelayakan pengelolaan limbah, kapasitas IPAL dibandingkan dengan volume limbah yang dihasilkan, kondisi saluran pembuangan serta kualitas air setelah melalui proses pengolahan.
Jika diperlukan, pengambilan sampel air pada titik sebelum dan sesudah pengolahan dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai efektivitas IPAL.
Langkah tersebut penting dilakukan agar persoalan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Pemerintah daerah melalui perangkat daerah yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup dapat memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga memiliki hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Oleh sebab itu, setiap kegiatan yang berpotensi menghasilkan limbah harus memastikan seluruh proses pengelolaannya sesuai dengan ketentuan lingkungan hidup.
PENGELOLA DIMINTA MEMBERIKAN KLARIFIKASI
Hingga berita ini disusun, dugaan adanya pelanggaran lingkungan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Kemunculan busa pada air yang keluar dari IPAL belum dapat secara otomatis disimpulkan sebagai pencemaran atau pelanggaran hukum tanpa adanya pemeriksaan teknis dan hasil uji laboratorium.
Pihak pengelola Dapur MBG Yayasan Tasela Bhakti Nusantrara juga perlu diberikan ruang untuk memberikan penjelasan mengenai sistem IPAL yang digunakan, proses pengolahan air limbah, pemeliharaan instalasi, serta hasil pengujian kualitas air limbah apabila telah dilakukan.
Keterbukaan informasi dari pihak pengelola menjadi penting agar masyarakat memperoleh penjelasan yang jelas mengenai kondisi sebenarnya.
Jika memang seluruh sistem telah berjalan sesuai ketentuan dan kualitas air hasil pengolahan memenuhi baku mutu, hal tersebut tentu dapat menjadi jawaban sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.
Namun apabila ditemukan kekurangan dalam sistem pengolahan, perbaikan harus segera dilakukan untuk mencegah potensi dampak terhadap lingkungan.
Pada akhirnya, persoalan ini bukan sekadar mengenai ada atau tidaknya busa pada saluran pembuangan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa seluruh kegiatan dapur MBG berjalan dengan memenuhi standar kesehatan, sanitasi dan perlindungan lingkungan.
Pemerintah, pengelola program, serta masyarakat diharapkan dapat bersama-sama melakukan pengawasan agar tujuan program MBG untuk memberikan manfaat bagi masyarakat tidak menimbulkan persoalan baru di sektor lingkungan.
Catatan redaksi: Dugaan pelanggaran lingkungan dalam pemberitaan ini masih bersifat dugaan dan memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan lapangan serta pengujian laboratorium oleh instansi atau lembaga yang berwenang. Pihak pengelola memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan atas pemberitaan ini.












