MEDIAINDO.ID-| Aksi demonstrasi yang digelar gabungan mahasiswa dan pelajar dari Cipayung Plus di Mapolres Tasikmalaya Kota sehingga Gedung DPRD Kota Tasikmalaya akhirnya membuahkan hasil. Setelah bertahan hingga pukul 21.30 WIB di bawah rintik hujan, massa aksi resmi membubarkan diri secara tertib. Mereka membubarkan diri usai jajaran Forkopimda menandatangani 10 poin tuntutan yang diajukan, Selasa (8/9/2026) malam.
Penandatanganan berkas tuntutan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Al Farizi, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto, dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim. Selain itu, perwakilan pimpinan organisasi mahasiswa dan pelajar juga ikut serta.
Tuntutan Demo Cipayung Plus
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Al Farizi, menyampaikan apresiasinya terhadap aksi solidaritas dan gagasan kritis yang dibawa oleh para mahasiswa. Menurutnya, poin-poin yang disampaikan menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
”Terima kasih kepada teman-teman Cipayung Plus dan mahasiswa di Kota Tasikmalaya yang sudah menjadi mitra konstruktif, strategis, dan kritis bagi Pemkot serta Forkopimda. Ada 10 masukan untuk menyikapi aksi kekerasan di jalan raya, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Viman usai menemui massa aksi.
Viman menjelaskan bahwa Pemkot Tasikmalaya bersama Polres, Satpol PP, dan Dishub sebenarnya telah melakukan langkah preventif melalui patroli intensif Tim Maung Galunggung. Selain itu, pemerintah daerah telah memetakan zona rawan serta mencatat lebih dari 700 titik jalan yang membutuhkan Penerangan Jalan Umum (PJU). Selanjutnya, pemenuhan fasilitas PJU ini akan direalisasikan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
Langkah pengamanan berbasis kewilayahan juga diperketat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan melalui penguatan Siskamling serta pengaktifan kembali pos-pos pengamanan bersama. Viman turut mengimbau masyarakat dan media massa untuk bijak bermedia sosial. Dengan demikian, hal ini demi mencegah sebaran informasi bohong (hoaks) yang kerap memicu keresahan publik.
Komitmen Polres Kota Tasikmalaya
Senada dengan Wali Kota, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto menegaskan komitmen kepolisian untuk mendukung penuh dan menindaklanjuti seluruh tuntutan mahasiswa. Terkait dugaan adanya oknum anggota polisi yang bertindak provokatif saat mengamankan aksi, pihak kepolisian berjanji akan melakukan penyelidikan internal.
”Kami sepakat dengan Pak Wali untuk mendukung penuh 10 tuntutan tersebut. Terkait dugaan oknum anggota, hal itu sedang kami telusuri kebenarannya,” tegas Andik.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim, menyambut baik respons cepat seluruh pihak. Ia juga menganggap tuntutan mahasiswa sebagai pendorong kinerja pemerintahan yang lebih solid.
”Apa yang disampaikan Cipayung Plus sangat normatif dan bernilai positif untuk ditindaklanjuti. Ini menjadi motivasi bagi kami di DPRD, Pemkot Tasikmalaya, dan Polres untuk bekerja lebih baik. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Kota Tasikmalaya agar tetap aman dan kondusif,” tutur Aslim.












