Naas! Pria di Parungponteng Tasikmalaya Ditemukan Meninggal Terbakar di Kebun

  • Bagikan

 

MEDIAINDO.ID-|Warga Kampung Tegalpanjang, RT 04 RW 08, Desa Barumekar, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang hangus terbakar di area kebun, Rabu (14/10/2026) malam.

Korban diketahui bernama Herman bin Husein, warga setempat yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh hangus di bagian tanah miring atau tebing kebun yang sebelumnya dilanda kebakaran.

Kapolsek Parungponteng, AKP Wahab, mengatakan penemuan jasad tersebut bermula ketika warga melihat kebakaran di kebun milik warga. Setelah api berhasil dipadamkan, warga justru mencium bau menyengat yang menyerupai daging terbakar.

“Awalnya warga melihat ada kebakaran di kebun. Setelah api berhasil dipadamkan, warga mencium bau gosong dan berusaha mencari sumber bau tersebut,” kata Wahab, Kamis 15 Oktober 2026.

Saat melakukan pencarian, warga dibuat terkejut setelah menemukan sesosok tubuh manusia dalam kondisi hangus terbakar di antara sisa bara api. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas Polsek Parungponteng.

Berdasarkan keterangan keluarga kepada polisi, Herman berpamitan kepada istrinya pada pagi hari sebelum kejadian untuk membersihkan kebun.

Sekitar pukul 12.00 WIB, istri korban mendapat informasi dari perangkat desa mengenai kebakaran di kebun miliknya. Proses pemadaman kemudian dilakukan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemadam kebakaran hingga sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun, hingga pukul 15.00 WIB, Herman belum juga kembali ke rumah. Istri korban bersama warga sekitar kemudian berusaha mencari keberadaannya.

Pencarian tersebut berakhir tragis. Sekitar pukul 19.00 WIB, Herman ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi tubuh hangus terbakar di bagian tanah miring di area kebun tersebut.

“Pihak keluarga menyampaikan bahwa sebelum kejadian korban berpamitan untuk membersihkan kebun. Setelah tidak kunjung pulang, keluarga bersama warga melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan,” ungkap Wahab.

Baca juga :   Dituduh Acungkan Jari Tengah ke Mahasiswa, Sejumlah Anggota Polres Tasikmalaya Kota Diperiksa Propam

Sekitar pukul 20.00 WIB, jasad korban dievakuasi oleh warga ke rumah duka.

Diduga Hirup Asap Pembakaran

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, petugas menemukan tumpukan daun kering dan sabut kelapa yang diduga digunakan untuk bahan pembakaran.

Polisi menduga korban sedang membakar sampah kebun di sekitar saung miliknya. Asap dari pembakaran tersebut diduga terhirup korban hingga menyebabkan gangguan pernapasan, membuatnya pingsan, dan tidak sempat mendapatkan pertolongan.

Dalam kondisi tersebut, api diduga terus membesar hingga membakar tubuh korban.

Meski demikian, dugaan tersebut merupakan hasil sementara berdasarkan kondisi tempat kejadian perkara dan keterangan yang dihimpun petugas.

Kapolsek menambahkan, keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Keputusan itu disampaikan kepada petugas karena keluarga menilai peristiwa tersebut merupakan kecelakaan dan tidak menemukan hal yang mencurigakan.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi karena mereka meyakini kejadian tersebut merupakan kecelakaan dan tidak ada hal yang mencurigakan,” pungkas Wahab.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *