Bentuk Karakter Anak Sejak Dini

  • Bagikan

 

MEDIAINDO.ID –| Upaya mewujudkan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berkarakter di Kabupaten Tasikmalaya terus didorong. Pembentukan karakter anak dinilai tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, keluarga dan masyarakat.

Wakil Ketua Bidang I Tim Penggerak PKK Kabupaten Tasikmalaya, Hj Khifayati Nursetiana SPd mengatakan, pola asuh menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk karakter anak.

Orang tua memiliki peran besar dalam memberikan pendampingan, terutama pada usia 0-5 tahun yang merupakan masa penting dalam perkembangan anak.

“Anak-anak ini hanya sebentar berada di sekolah. Selebihnya mereka lebih banyak berada di lingkungan keluarga. Karena itu, bimbingan dan pendampingan orang tua sangat penting,” kata Khifayati.

Menurutnya, anak merupakan anugerah sekaligus titipan dari Allah SWT yang harus dijaga dan dididik dengan baik. Karena itu, pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah.

Pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat harus memiliki peran yang saling melengkapi. Lembaga pendidikan seperti RA juga memiliki peran penting dalam menerjemahkan regulasi dan program pendidikan karakter ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

“Sekarang pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pendidikan karakter. Pembelajaran harus bermakna dan berkarakter,” ujarnya.

Khifayati menekankan, penanaman karakter dapat dilakukan melalui nilai-nilai agama, keteladanan dan pembiasaan. Kebiasaan baik yang dibangun di sekolah pun harus dilanjutkan di rumah agar anak mendapatkan pola pendidikan yang konsisten.

“Keteladanan dan pembiasaan harus berjalan bersama. Apa yang dibiasakan di sekolah harus diulang di rumah. Mari kita bersama-sama membentuk karakter anak, antara orang tua dan guru,” katanya.

Sementara itu, Ketua IGRA Kabupaten Tasikmalaya, Dr Depon Nurul Aida SAg MPd mengatakan, pembentukan karakter anak harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pembiasaan dan keteladanan.

Baca juga :   Rakercab PWDPI Sukabumi Raya, Bahas Progam Kedepan Serta Penetapan & Penguatan Pengurus

Menurutnya, berbagai teori pendidikan dan perkembangan anak menunjukkan bahwa sikap positif dapat dibangun melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin dan konsisten.

“Pembentukan karakter itu melalui keteladanan dan pembiasaan. Maka kegiatan pendidikan karakter harus dilakukan secara terus-menerus,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, di lingkungan RA pembiasaan tersebut diterapkan melalui berbagai program harian, mingguan, semesteran hingga tahunan.
Kegiatan harian misalnya membiasakan anak mengucapkan salam, melaksanakan salat duha, membaca doa dan iqra, menghafal hadis serta membangun perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan kegiatan mingguan maupun tahunan dapat dikembangkan melalui program Jumat Berkah, kegiatan sosial, peringatan hari besar Islam (PHBI) dan berbagai kegiatan pendidikan lainnya.

“Pendidikan itu sebuah sistem. Semua komponen harus masuk dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan karakter anak tidak dapat dicapai jika hanya mengandalkan guru. Orang tua dan lingkungan keluarga harus memiliki pola yang sama dalam memberikan contoh dan membiasakan perilaku positif.

Dengan sinergi antara sekolah, orang tua dan masyarakat, pendidikan anak usia dini diharapkan tidak hanya menghasilkan anak yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, sikap dan karakter yang baik sejak dini.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *