MEDIAINDO.ID –| Forum Komunikasi Kepala (FKK) SMK Swasta Kota Tasikmalaya menyusun program kerja untuk menjawab persoalan sekolah, memperkuat daya saing, dan meningkatkan jumlah peserta didik. Penyusunan program tersebut dibahas dalam rapat kerja di Hotel Cordela Suites Tasikmalaya, Rabu (14/10/2026).
Ketua FKK SMK Swasta Kota Tasikmalaya, Nandang Ali Nurjaman, mengatakan, penyusunan program melibatkan setiap bidang dalam kepengurusan. Masukan dari kepala sekolah dihimpun untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masing-masing sekolah.
Seluruh masukan tersebut akan dibahas dan diselaraskan dengan visi serta misi organisasi agar program yang disusun sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Keluhan-keluhan apa pun, sekecil apa pun di sekolahnya masing-masing, kita akomodir. Kita terima dan nanti kita akan diskusikan bersama,” ujar Nandang.
Selain menghimpun persoalan sekolah, FKK SMK Swasta juga mendorong penguatan soliditas antarsekolah swasta. Menurutnya, kebersamaan diperlukan agar sekolah dapat saling bertukar informasi, menyampaikan kendala, dan menyikapi kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.
FKK juga mendorong peningkatan kualitas dan inovasi sekolah agar mampu bersaing di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja. Salah satu upayanya melalui penyesuaian kompetensi dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan digitalisasi sesuai bidang keahlian masing-masing sekolah.
Kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) turut menjadi perhatian dalam penyusunan program kerja. Perluasan kerja sama diharapkan dapat memperkuat posisi SMK swasta sekaligus membuka peluang kerja bagi lulusannya.
FKK juga menggagas pembentukan badan usaha atau wadah usaha yang dapat memanfaatkan keterampilan lulusan. Melalui gagasan tersebut, lulusan SMK diharapkan tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja.
Upaya penguatan sekolah tersebut dilakukan di tengah penurunan jumlah peserta didik di sejumlah SMK swasta Kota Tasikmalaya, terutama sekolah yang masih dalam tahap rintisan.
“Kalau melihat hari ini, mungkin semua tahu bahwa posisi hari ini memang kita tidak cukup baik. Dalam artian, dengan posisi kebijakan dan sebagainya, imbas daripada kebijakan kemarin itu kan bisa kita buktikan hari ini jumlah siswa itu menurun semua,” ungkapnya.
Melalui program kerja yang disusun, FKK berharap SMK swasta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan inovasi sehingga tetap menjadi pilihan lulusan SMP dan madrasah tsanawiyah (MTs).
FKK juga mendorong agar lulusan SMK memiliki lebih banyak pilihan setelah menyelesaikan pendidikan, baik memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maupun mengembangkan usaha mandiri.












