Polres Tasikmalaya Kota Amankan Satu Terduga Pelaku Terkait Insiden Cilembang

  • Bagikan

 

MEDIAINDO.ID-| Kejadian meninggalnya beberapa remaja yang diduga akibat kekerasan oleh geng motor terus jadi sorotan. Selain remaja berinisial IMM yang meninggal di Jalan KH EZ Muttaqien Ciembang, ada juga seorang remaja lainnya yang juga diduga jadi korban kekerasan geng motor pada malam yang sama, di Jalan Veteran.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, mengatakan untuk tragedi remaja yang meninggal di Jalan KH EZ Muttaqien Cilembang, pihaknya sudah mengamankan seorang terduga pelaku.

“Sudah kita amankan satu orang yang diduga menjadi pelaku dalam kejadian tersebut,” ujar Januar (6/9/2026).

Namun, polisi masih terus mendalami fakta dan rangkaian kejadian yang sebenarnya. Januar juga meluruskan informasi mengenai keterkaitan antara korban dengan kelompok atau geng motor yang diduga berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurutnya, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh kepolisian, korban diduga tergabung dalam kelompok atau geng motor tersebut. Sementara itu, orang yang telah diamankan sebagai terduga pelaku disebut merupakan warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Yang diduga tergabung dari grup atau geng motor tersebut adalah korban itu sendiri. Sedangkan terduga pelaku adalah masyarakat sekitar TKP,” kata Januar.

Namun, terkait peristiwa di Jalan Veteran, yang juga menyebabkan seorang pemuda meninggal dunia, AKP Januar belum memberikan jawaban. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Tasikmalaya, seorang remaja berinisial RA ditendang sepeda motornya oleh kelompok yang diduga geng motor. Saat itu RA tengah bonceng tiga bersama rekan-rekannya.

“Dia ga punya masalah sama geng motor, tiba-tiba mereka nendang motor sodara saya sampai mental berujung kritis dan akhirnya dia meninggal,” ujar Ineu, salah seorang yang mengaku sebagai saudara korban.

Baca juga :   Gelar Razia Knalpot Brong Polres Tasikmalaya Amankan 110 Motor dan Temukan Obat Keras

Maraknya kejadian kekerasan yang melibatkan geng motor itu menyedot perhatian masyarakat. Salah satu yang menyoroti itu ialah Ketua Karang Taruna Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Nandang Ali Nurjaman SPdI MPd. Ia menilai aksi kekerasan geng motor tidak hanya merugikan korban dan keluarga, tetapi juga membuat masyarakat merasa tidak aman.

“Menyikapi geng motor, sangat memprihatinkan kondisinya saat ini. Betul-betul menjadi kegundahan para warga Kota Tasikmalaya. Apalagi dengan adanya dua korban yang tewas akibat aksi geng motor, dan salah satunya merupakan penjual jasuke,” ujar Nandang.

Ia mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum geng motor. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dan harus mendapat penanganan serius dari aparat penegak hukum.

“Kami mengecam dan mengutuk keras tindakan biadab tersebut. Kami menginginkan Polres Tasikmalaya segera bertindak tegas, mencari pelaku sampai dengan gerombolannya, sehingga ada efek jera. Jangan sampai geng motor terus meresahkan masyarakat,” katanya.

Nandang juga meminta aparat kepolisian tidak hanya menangkap pelaku yang terlibat langsung dalam aksi kekerasan. Ia berharap jaringan atau kelompok yang menaungi pelaku juga dapat ditelusuri sesuai dengan hasil penyelidikan kepolisian.

Di sisi lain, Nandang mengajak generasi muda di Kota Tasikmalaya untuk menyalurkan keberanian, energi, bakat, dan kemampuan mereka ke dalam kegiatan yang positif. Menurutnya, generasi muda memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi prestasi. Karena itu, keberanian dan kemampuan tersebut seharusnya digunakan pada tempat yang tepat, bukan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

“Saya mengajak teman-teman generasi muda, mari salurkan bakat kepada hal-hal yang positif. Kelebihan dan kemampuan yang dimiliki generasi muda harus diarahkan kepada kegiatan yang baik,” tuturnya.

Baca juga :   Diduga Kepala Puskesmas Cibalong Ds. Karyasari Kec. Cibalong Kab. Garut, Kerahkan Sekelompok Warga Memukuli Seorang Wartawan

Ia mencontohkan berbagai bidang olahraga yang dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan kemampuan, seperti karate, tinju, pencak silat, serta berbagai cabang olahraga lainnya.

“Kalau merasa hebat, gunakan keberanian dan kemampuan itu di arena yang tepat. Bergabunglah dengan olahraga yang ke depannya bisa menjadi sebuah prestasi, seperti karate, tinju, silat dan lainnya,” ujarnya.

Selain olahraga, Nandang juga mendorong generasi muda untuk aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Menurutnya, organisasi dapat menjadi ruang untuk mengembangkan bakat, hobi, kemampuan kepemimpinan, sekaligus memperluas pergaulan yang sehat.

Ia mengingatkan agar keberanian tidak disalurkan melalui aktivitas yang negatif maupun pergaulan yang berpotensi menyeret anak muda ke dalam tindakan kriminal.

“Jangan keberanian itu disalurkan terhadap hal-hal yang kurang baik. Kami mengajak generasi muda agar menyalurkan kemampuan dan hobinya kepada kegiatan yang positif serta mengurangi pergaulan yang mengarah kepada hal-hal negatif,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, remaja asal Lewimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, diduga menjadi korban penganiayaan di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di depan eks Terminal Cilembang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Ikrom mengalami luka serius, terutama pada bagian kepala, dan sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya, sebelum dinyatakan meninggal tiga hari kemudian.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *